JAKARTA – Aspirasi pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) kembali digaungkan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Konsolidasi Nasional Forum Koordinasi Nasional Percepatan Pembentukan DOB Seluruh Indonesia (Forkonas PP DOB) di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2026).
Forum ini menjadi wadah konsolidasi para pengusul Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) dari berbagai daerah untuk menyatukan langkah mengawal penataan dan pembentukan DOB.
Rapimnas tahun ini mengusung tema “Memperkuat Sinergi CDOB dan Seluruh Stakeholder untuk Mengawal Penyusunan RPP Penataan Daerah dan Desartada Tahun 2026 sebagai Pondasi Percepatan Penataan dan Pembentukan Daerah Otonomi Baru Seluruh Indonesia.”
Ketua BPW Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulsel sekaligus Ketua Forkoda Percepatan Pembentukan DOB Sulsel, Ir. H. Hasbi Syamsu Ali, MM, menyebut antusiasme peserta tahun ini meningkat signifikan.
“Alhamdulillah, Rapimnas kali ini dihadiri peserta yang membludak, lebih besar dari tahun sebelumnya. Kita laksanakan di Gedung Juang 45 karena kita memang dalam suasana perjuangan,” ujar Hasbi.
Hasbi menjelaskan ada dua agenda utama yang diperjuangkan. Pertama, mendorong pemerintah pusat mencabut moratorium pembentukan DOB. Kedua, mengawal penyusunan dan pengesahan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penataan Daerah.
“Ada hal yang diperjuangkan, yaitu mencabut moratorium. Yang kedua, mengawal draft RPP. Semangatnya sangat luar biasa,” katanya.
Menurut Hasbi, kepastian kebijakan penataan daerah sangat penting bagi daerah-daerah yang telah lama mengusulkan DOB. Konsolidasi ini juga menjadi momentum memperkuat koordinasi antara pengusul CDOB dengan pemangku kepentingan di tingkat nasional.
Ia menambahkan, aspirasi pemekaran dari Indonesia Timur cukup menonjol dalam forum tersebut, namun tidak menafikan usulan dari wilayah barat.
“Wilayah Timur Indonesia saat ini sangat seksi untuk isu pemekaran. Tapi tentu tanpa menafikan usulan dari wilayah barat yang juga tetap ada,” jelasnya.
Khusus Sulawesi Selatan, Hasbi membawa aspirasi empat CDOB kabupaten dan satu provinsi. Sebanyak 12 delegasi dari Sulsel hadir mengawal usulan tersebut.
“Untuk Sulsel ada empat CDOB kabupaten, yaitu Toraja Barat, Bone Selatan, dan Luwu Tengah, serta satu usulan pembentukan Provinsi Luwu Raya,” tutur Hasbi.
Ia menegaskan perjuangan pemekaran tersebut merupakan kebutuhan masyarakat daerah dan akan terus dikawal melalui mekanisme kelembagaan sesuai konstitusi dan peraturan perundang-undangan.















