banner 728x250

Kekeringan Landa 3.025 Hektare Sawah, Bupati Luwu Kerahkan Puluhan Pompa Air

LUWU — Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mulai berdampak pada ribuan hektare lahan persawahan. Pemerintah Kabupaten Luwu bergerak cepat dengan menyiapkan bantuan pompa air untuk membantu petani mendapatkan pasokan air.

Bupati Luwu, H Patahudding, turun langsung meninjau kondisi persawahan yang terdampak, di antaranya di Desa Pasamai, Kecamatan Belopa, serta Desa Tallang Bulawang. Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah terhadap kondisi lahan pertanian yang mulai mengalami kekurangan air.

Patahudding meminta Dinas Pertanian Luwu segera mendistribusikan mesin pompa kepada kelompok tani yang membutuhkan. Pompa tersebut digunakan untuk menyedot sumber air dan mengalirkannya ke area persawahan yang mengalami kekeringan.

Salah satu upaya dilakukan dengan memanfaatkan air dari Bendung Tomatoppe untuk kemudian dialirkan menuju areal persawahan di Desa Cakkiawo dan Kasiwiang, Kecamatan Suli. Di Desa Tallang Bulawang, penggunaan pompa juga dilakukan untuk membantu mengairi sawah petani yang mulai mengering.

“Cuaca El Nino dan kemarau menyebabkan lahan persawahan petani kekurangan air. Kondisi ini perlu kita antisipasi karena sawah merupakan sumber pendapatan utama masyarakat. Karena itu, saya meninjau langsung dan melalui Dinas Pertanian kita berupaya semaksimal mungkin membantu mengatasi kekeringan dengan memberikan bantuan pompa air,” ujar Patahudding, dilansir pada Rabu (19/8/2026).

Pemerintah Kabupaten Luwu sebelumnya telah menetapkan status siaga bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan pada 6 Agustus 2026. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi menghadapi kondisi kemarau yang berpotensi semakin meluas.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Luwu, Islamuddin, mengatakan pihaknya saat ini telah menyiapkan 18 unit mesin pompa air untuk disalurkan kepada kelompok tani yang sawahnya terdampak kekeringan.

Dari jumlah tersebut, lima unit merupakan bantuan pemerintah pusat, sementara 13 unit lainnya berasal dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Tak berhenti pada bantuan yang telah tersedia, Pemkab Luwu juga menyiapkan tambahan mesin pompa. Bupati Luwu telah menginstruksikan pengadaan 20 unit pompa berkapasitas 3 inci dan 10 unit pompa berukuran 6 inci.

“Bapak Bupati Luwu sudah menginstruksikan penambahan bantuan 20 unit mesin pompa air berukuran 3 inci dan 10 unit berukuran 6 inci. Insyaallah, bantuan tersebut segera kami distribusikan kepada kelompok tani yang terdampak,” kata Islamuddin.

Dinas Pertanian Luwu juga terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap lahan pertanian yang mengalami dampak kekeringan. Berdasarkan data sementara, luas persawahan yang terdampak mencapai 3.025,63 hektare.

“Kami sudah mencatat ada 3.025,63 hektare lahan persawahan di Kabupaten Luwu yang terdampak cuaca El Nino dan mengalami kekeringan,” jelas Islamuddin.

Pemerintah daerah berharap distribusi pompa air tersebut dapat membantu mempertahankan kondisi tanaman padi sekaligus mengurangi potensi kerugian petani selama musim kemarau. Langkah antisipasi juga terus dilakukan agar dampak kekeringan tidak semakin meluas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *