LUWU – Aksi tawuran antar-kelompok pemuda kembali terjadi di sekitar Perempatan Traffic Light Bua, Kelurahan Sakti, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 01.30 WITA.
Keributan ini merupakan lanjutan dari bentrok sebelumnya yang terjadi pada 26-27 Agustus 2026. Massa dari kelompok yang sama kembali saling serang di titik perempatan, hingga membuat warga resah.
Anggota Polsek Bua yang pertama kali berada di lokasi langsung berupaya membubarkan. Namun jumlah pemuda yang terlibat cukup banyak, ditambah adanya lemparan dan serangan busur ke arah petugas, sehingga pembubaran belum berjalan efektif.
Bantuan datang sekitar pukul 02.25 WITA. Patroli Brimob Batalyon D Pelopor Polda Sulsel yang melintas langsung bergabung dengan Polsek Bua untuk membubarkan massa. Setelah ada tindakan tegas, kerumunan perlahan membubarkan diri.
Dalam peristiwa itu satu unit sepeda motor turut dibakar. Motor yang diduga milik MAA (28), warga Desa Tanarigella, Kecamatan Bua itu kini masih ditelusuri kepemilikannya oleh polisi.
MAA sendiri menjadi korban. Ia terkena busur pada bagian pinggul kanan dan telah mendapat penanganan medis.
Polisi mengamankan lima orang yang diduga terlibat. Kelimanya berinisial MF (17), MN (15), MM (14), S (16), dan F (20), semuanya warga Kota Palopo. Dari hasil pemeriksaan awal, mereka mengaku ikut tawuran karena ajakan perang kelompok. Saat ini kelimanya masih diperiksa di Mapolsek Bua.
Kapolsek Bua AKP Catur membenarkan adanya tindakan pembubaran bersama Brimob dan pengamanan terhadap terduga pelaku.
“Beberapa orang yang diduga terlibat sudah kami amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kami masih dalami peran masing-masing,” kata AKP Catur.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mengawasi anak-anaknya.
“Kami minta pemuda jangan mudah terprovokasi dan tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Kami akan intensifkan patroli di titik-titik rawan untuk cegah tawuran susulan,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, situasi di sekitar lokasi sudah berangsur kondusif. Personel gabungan masih bersiaga untuk mengantisipasi potensi keributan lanjutan.















