banner 728x250

50 Hektare Lahan di Luwu Dilalap Api, Pemadaman Hampir Sebulan Belum Tuntas

LUWU — Kebakaran hutan dan lahan melanda Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Kesatuan Pengelolaan Hutan Latimojong mencatat sekitar 50 hektare area terdampak, dengan titik api yang hingga Senin (31/8/2026) belum sepenuhnya padam dan sudah berlangsung hampir satu bulan.

Kepala KPH Latimojong, Hasrul, mengatakan ada 6 titik hotspot yang masih ditangani petugas.

“Total luas di 6 titik yang kami tangani diperkirakan lebih dari 50 hektare. Pemetaan detail belum dilakukan karena tim masih fokus pada pemadaman dan pengawasan aktivitas warga di lokasi karhutla,” ujar Hasrul kepada media, Senin (31/8).

Lokasi kebakaran tersebar di Desa Kadong-kadong, Cimpu, Buntu Babang-Lumika, Malenggang, Bukit Harapan, Tiromanda, hingga Kelurahan Noling. Kebakaran pertama dilaporkan muncul di Desa Kadong-kadong pada Senin (3/8/2026).

“Yang pertama di Kadong-Kadong. Setelah padam, muncul lagi titik baru. Sekarang yang masih menyala ada di wilayah Kelurahan Noling yang merambat ke Desa Buntu Babang-Lumika,” jelas Hasrul.

Menurutnya, pemicu utama diduga aktivitas pembukaan lahan oleh warga dengan cara dibakar. Kondisi kemarau dan suhu udara tinggi membuat api cepat merambat ke kawasan hutan.

“Penyebarannya karena warga bakar kebun, lalu menjalar ke hutan. Ditambah cuaca panas, jadi api lebih cepat meluas,” katanya.

Hasrul mengimbau masyarakat menahan diri untuk tidak membakar lahan dalam waktu dekat. Ia juga meminta warga segera melapor jika melihat titik api baru.

“Langkah awal jika ada kebakaran, buat sekat bakar untuk mengisolasi api. Lalu segera laporkan ke pemerintah desa, diteruskan ke tim pengendalian karhutla kabupaten, termasuk ke KPH Latimojong,” pungkasnya.

Hingga kini petugas gabungan masih berjaga di lokasi untuk memadamkan sisa titik api dan mencegah kebakaran meluas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *