banner 728x250

Puluhan Pejabat di Luwu Dirotasi, Bupati Tekankan Efektivitas Pemerintahan

LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu melantik 93 pejabat administrator dan pejabat pengawas, Jumat (25/9/2026).

Pelantikan digelar di Ruang Pola Andi Kambo, Kompleks Perkantoran Kabupaten Luwu, dengan rincian 40 pejabat administrator dan 53 pejabat pengawas.

Bupati Luwu, Patahudding, mengatakan pelantikan dan rotasi jabatan merupakan bagian dari penataan dan penyegaran organisasi untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.

“Pergeseran juga diharapkan dapat memberikan pengalaman baru serta ruang pengembangan bagi pejabat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, dan merupakan hal yang wajar dalam dinamika pemerintahan,” ujarnya.

Menurutnya, rotasi dilakukan agar setiap perangkat daerah dapat bekerja secara optimal sesuai kebutuhan organisasi.

“Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, memberikan pengalaman dan ruang pengembangan bagi para pejabat sekaligus memastikan setiap perangkat daerah dapat bekerja secara optimal,” tambahnya.

Patahudding menegaskan pergeseran jabatan bukan bentuk penilaian buruk terhadap kinerja sebelumnya. Setiap pejabat dinilai telah memberikan kontribusi, namun kebutuhan organisasi terus berkembang mengikuti dinamika pemerintahan.

Ia meminta seluruh ASN siap ditempatkan di mana pun dibutuhkan dan segera beradaptasi di lingkungan kerja baru.

“Setiap ASN harus siap ditempatkan serta diberikan amanah di mana pun dibutuhkan. Semua pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi, membangun komunikasi dan koordinasi yang baik, serta menunjukkan kinerja nyata,” terangnya.

Bupati juga menekankan pentingnya integritas, keteladanan, dan komunikasi harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan. Para pejabat diharapkan menjadi penggerak perubahan untuk mewujudkan birokrasi yang berorientasi pada pelayanan.

“Jadikan setiap jabatan sebagai amanah dan kesempatan untuk memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat dan daerah. Jadilah penggerak perubahan yang mampu menghadirkan birokrasi yang melayani, bukan dilayani,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *