PALOPO — Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah di Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
Dalam tiga hari terakhir, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan gas melon di pangkalan maupun kios pengecer.
Kondisi tersebut memicu keresahan warga, selain stok yang sulit ditemukan, harga jual elpiji 3 kilogram juga mengalami kenaikan di tingkat pengecer.
Salah seorang warga BTN Merdeka, Indri, mengaku sudah berulang kali mencari elpiji 3 kilogram di beberapa tempat, namun sebagian besar stok dalam keadaan kosong.
“Gas 3 kg sekarang langka. Kalau pun ada, harganya sudah naik sampai Rp25 ribu per tabung, padahal biasanya sekitar Rp20 ribu,” ujar Indri, Kamis (28/5/2026).
Ia mengatakan kenaikan harga tersebut cukup memberatkan masyarakat kecil yang sangat bergantung pada gas subsidi untuk kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, kondisi ini mulai dirasakan warga sejak beberapa hari terakhir.
Indri berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah agar distribusi elpiji kembali normal.
Keluhan serupa disampaikan warga Kelurahan Songka, Ummi. Ia mengaku stok elpiji di warung sekitar rumahnya mulai sulit ditemukan sejak awal pekan ini.
“Biasanya gampang didapat, sekarang banyak warung kosong. Kalau ada pun cepat habis karena banyak yang cari,” katanya.
Menurut Ummi, warga terpaksa berkeliling ke beberapa lokasi untuk mendapatkan gas elpiji. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan, baik untuk transportasi maupun membeli gas dengan harga lebih tinggi.
Pantauan di sejumlah titik di Kota Palopo menunjukkan banyak kios pengecer kehabisan stok elpiji subsidi 3 kilogram.
Beberapa warga bahkan terlihat mendatangi lebih dari satu pangkalan demi mendapatkan tabung gas.
Sementara itu, sejumlah pengecer mengaku pasokan dari agen mengalami keterlambatan dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, distribusi ke masyarakat ikut terganggu dan stok cepat habis karena tingginya permintaan.















