banner 728x250

BPP KKLR Serahkan Summary Naskah Akademik Provinsi Luwu Raya ke Ketua Umum di Jakarta

JAKARTA – Upaya pemekaran Provinsi Luwu Raya kembali menunjukkan progres nyata. Koordinator Wilayah Badan Pekerja Pemekaran Daerah Otonom Baru Provinsi Luwu Raya yang juga Ketua BPW Kerukunan Keluarga Luwu Raya Sulawesi Selatan, Hasbi Syamsu Ali, secara resmi menyerahkan dokumen summary naskah akademik Provinsi Luwu Raya kepada Ketua Umum BPP KKLR, Arsyad Kasmar.

Penyerahan berlangsung di Jakarta, Selasa 7/7/2026. Momen ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mempercepat proses usulan pembentukan DOB Provinsi Luwu Raya di tingkat pusat.

Hasbi Syamsu Ali menjelaskan, dokumen yang diserahkan merupakan hasil pemadatan dari dua naskah akademik yang sebelumnya telah disusun. Kedua naskah itu dikerjakan oleh Institut Otonomi Daerah dan tim akademisi dari Universitas Andi Djemma Palopo.

“Alhamdulillah hari ini kami menyerahkan summary naskah akademik Provinsi Luwu Raya kepada Ketua Umum BPP KKLR. Dokumen ini adalah rangkuman dari dua naskah akademik yang sudah final, yakni dari IOTDA dan tim Unanda Palopo. Tujuannya agar lebih ringkas, mudah dipahami, dan siap digunakan sebagai bahan advokasi ke pemerintah pusat dan DPR RI,” ujar Hasbi.

Menurutnya, penyusunan summary ini penting agar seluruh argumen akademik, kajian wilayah, potensi daerah, hingga aspek sosial budaya masyarakat Luwu Raya dapat disampaikan secara efektif kepada para pengambil kebijakan.

“Dengan summary ini, kita punya satu pintu gerbang informasi yang utuh tentang urgensi dan kelayakan Luwu Raya menjadi provinsi. Jadi saat berdialog dengan kementerian, DPR, maupun DPD, substansinya langsung sampai,” tambahnya.

Diketahui, dua naskah akademik yang menjadi rujukan utama sebelumnya disusun secara independen. IOTDA menyoroti aspek tata kelola pemerintahan, kesiapan fiskal, dan dampak otonomi daerah. Sementara tim Unanda Palopo lebih menekankan kajian historis, sosial budaya, dan potensi sumber daya alam wilayah Luwu Raya.

Setelah melalui proses kompilasi dan pemadatan, kedua kajian tersebut kemudian diringkas menjadi satu dokumen summary yang kini telah diserahkan ke pimpinan tertinggi BPP KKLR.

Ketua Umum BPP KKLR, Arsyad Kasmar, menyambut baik penyerahan dokumen tersebut. Ia menyebut summary naskah akademik ini akan menjadi amunisi utama dalam perjuangan KKLR di Jakarta.

“Kami mengapresiasi kerja cepat Koordinator Wilayah dan seluruh tim. Dokumen ini sangat penting. Ke depan kami akan gunakan sebagai bahan lobi dan audiensi dengan pemerintah pusat. Perjuangan Luwu Raya adalah perjuangan bersama, dan kita harus memastikan argumen kita kuat secara akademik dan konstitusional,” kata Arsyad.

Dengan telah rampungnya summary naskah akademik, BPP KKLR bersama BPP DOB Provinsi Luwu Raya akan langsung menyusun agenda lanjutan. Di antaranya audiensi ke Kementerian Dalam Negeri, Komisi II DPR RI, dan DPD RI untuk mendorong agar RUU Pembentukan Provinsi Luwu Raya masuk dalam Prolegnas prioritas.

“Kami optimis. Dengan dukungan data akademik yang kuat, dukungan masyarakat, dan kerja kolektif seluruh elemen KKLR, Provinsi Luwu Raya akan segera terwujud. Ini demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di bumi Sawerigading,” tegas Hasbi.

Penyerahan dokumen ini turut disaksikan oleh sejumlah pengurus BPP KKLR dan perwakilan tim perumus naskah akademik. Ke depan, BPP KKLR akan melakukan sosialisasi isi summary tersebut kepada seluruh pengurus KKLR di daerah agar narasi perjuangan DOB Luwu Raya semakin satu suara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *