banner 728x250

Pemkab Lutim Perkuat Kolaborasi, Dorong Kemandirian Anak dan Pemuda Disabilitas

LUTIM – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif bagi anak dan pemuda penyandang disabilitas.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor bersama berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap isu disabilitas.

Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Pemkab Luwu Timur menggandeng Save the Children dan Yayasan Celosia Marennu Indonesia dalam kegiatan Sosialisasi, Koordinasi, dan Persiapan Program Inisiatif Ketangguhan dan Pemberdayaan Disabilitas Anak dan Pemuda.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bapperida Luwu Timur, Malili, Rabu (12/8/2026), dan dibuka oleh Kepala Bapperida Luwu Timur, Kamal Rasyid.

Dalam sambutannya, Kamal menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan penyandang disabilitas membutuhkan dukungan serta keterlibatan berbagai sektor.

Menurutnya, kerja sama antarlembaga menjadi kunci untuk memastikan program dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat nyata.

Ia juga menilai bahwa keterlibatan banyak pemangku kepentingan dapat memperkuat upaya menciptakan ruang yang ramah dan setara bagi anak serta pemuda penyandang disabilitas.

“Sinergi dan kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam membangun lingkungan yang inklusif sekaligus membuka kesempatan yang setara bagi anak dan pemuda penyandang disabilitas untuk berkembang dan berdaya,” ujar Kamal.

Pertemuan tersebut turut melibatkan sejumlah instansi dan organisasi terkait. Di antaranya jajaran Bapperida, Sekretariat Daerah, Dinas Sosial dan P3A, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII, BPBD, SLB Tunas Harapan, SLB La Ketu, PPDI Kabupaten Luwu Timur, Balai Pertanian, para penyuluh pertanian, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Selain menjadi forum sosialisasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi dalam persiapan pelaksanaan program.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan langkah konkret yang mendukung ketangguhan, kemandirian, dan pemberdayaan anak serta pemuda penyandang disabilitas di Luwu Timur.

Dengan keterlibatan berbagai unsur pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi penyandang disabilitas, hingga sektor terkait lainnya, program tersebut diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *